Covesia.com - Sebagian orang mungkin belum familiar banget dengan teh obeng, minuman khas Kepulauan Riau yang banyak diminati. Mendengar namanya saja pasti bikin anda penasaran, apakah teh obeng itu adalah cara minum teh sambil diaduk pakai obeng? Waduh!
Eits, tunggu dulu, teh obeng tidak se ekstrem yang dibayangkan kok. Menurut penelusuran covesia.com dari berbagai sumber, asal muasal nama 'teh obeng' merupakan sebutan minuman untuk es teh manis atau teh manis dingin.
Pertama-tamanya, namanya itu bukan Teh Obeng, melainkan Teh Apeng. Nah, Peng ini sendiri berarti es. Namun, karena sudah bercampur dengan lidah Indonesia, akhirnya dulu warga keturunan banyak yang menyebut dengan Teh Openg. Tapi tetap saja kata-kata Teh Openg itu masih ganjil, bagi warga asli Indonesia. Akhirnya beriring waktu Huruf P tersebut berganti menjadi B, menjadi Teh Obeng yang legendaris.
"Karena lidah orang Indonesia, yang awalnya teh es itu disebut teh apeng lama-kelamaan ucapan tersebut berubah menjadi teh obeng," kata Tapui, warga Tionghoa di Tanjungpinang.
Dari sisi geografis, wilayah Kepri sangat dekat dengan negara Singapore dan Malaysia. Karenanya, pengucapan bahasa di daerah ini ada sedikit mendapat pengaruh. Di Malaysia dan Singapura, masyarakat menyebut es teh manis dingin juga sering dengan sebutan 'teh obeng'.
Sedangkan 'teh o' dan 'kopi o' berarti teh dan kopi panas tanpa es. Sebenarnya 'teh obeng' sendiri memang mempunyai cita rasa yang khas tetapi kini telah terlupakan, karena pendatang baru dengan mencoba bisnis rumah makan tetapi tetap menjual nama 'teh obeng'.
"Aslinya 'teh obeng' memakai bubuk teh pada saat itu, yang aromanya memang mantap sekali, begitu kental dan pekat," kata Tapui.
Saat ini, bahan 'teh obeng' sudah lebih praktis. Banyak pedagang yang membuatnya memakai teh celup atau teh botol lalu ditambah dengan es.
(sea)
Baca berita selengkapnya
Komentar
Posting Komentar