Covesia.com - Salah satu pencari suaka yang mendirikan tenda di depan Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat, Muhammad Hamed mengaku datang ke Indonesia melalui Malaysia.
Menurut Hamed, dia di Indonesia sudah sejak empat tahun yang lalu dan hidup di trotoar ini baru satu bulan lalu. " Saya di Indonesia sudah 4 tahun. Disini (dirikan tenda di trotoar) baru 1 bulan," kata Hamed yang fasih berbahasa Indonesia, saat ditemui Covesia.com di depan kantor Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (21/1/2018) malam.
Menurut Hamed, dia datang ke Indonesia karena kondisi di negaranya Afganistan yang mencekam karena perang. "Kondisi negara saya tidak aman. Saya datang melalui India lalu ke Malaysia, lalu ke Indonesia," terang dia.
Hamed berharap dirinya bersama dengan pencari suaka lainnya bisa ditampung di imigrasi Indonesia. "Saya berharap bisa masuk ke situ (Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat)," tukas Hamed.
Dia mengaku bisa bertahan hidup dari para masyarakat dan relawan. Menurut dia, masyarakat dan relawan silih berganti memberikan makanan, sabun kepada mereka yang ada di tenda- tenda pengungsian.
Menurut salah satu relawan Selasi Nurul, ada 70 orang pengungsi yang terdiri berharap bisa ditampung oleh imigrasi. Mereka berasal dari negara Afganistan, Somalia dan Sudan. Mereka terdiri dari orang dewasa dan anak- anak.
"Harapan mereka (pengungsi) rata- rata hanya ingin masuk ke detensi imigrasi ini saja," papar dia.
Baca juga: Pencari Suaka di Trotoar Kalideres
(jon)
Baca berita selengkapnya
Komentar
Posting Komentar