Covesia.com - Trotoar di depan Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat menjadi tempat tinggal puluhan pengungsi yang mencari suaka dari Afghanistan dan Sudan.
Pantauan Covesia, Minggu (21/1/2018) malam, kondisi para pencari suaka ini sangat memprihatinkan. Mereka hidup ditenda- tenda kecil dengan minimnya penerangan. Hanya lampu jalan dan cahaya sorot lampu kendaraan yang lewat saja menjadi penerangan buat mereka.
Keberadaan mereka di sana sudah cukup lama. Alasannya, para pencari suaka tak lagi memiliki uang untuk menyewa tempat tinggal sehingga meminta ditempatkan di rumah detensi imigrasi tersebut.
Para pengungsi pun hanya berharap dari uluran tangan masyarakat dan relawan untuk bertahan hidup. Menurut Relawan Sosial Selasi Nurul, kondisi mereka memang sangat memprihatinkan. Terlebih ketika datang hujan.
"Ya kalau hujan mereka begini. Neduh di tenda- tenda kecil ini," kata Nurul saat ditemui Covesia.com di depan kantor Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat.
Bahkan, kata dia, kondisi mereka yang hanya tidur beralasan tikar atau karus riskan terserang penyakit. " Kan ada anak kecil juga. Anak- anak dipisahkan. Mereka di Musholah Istiqomah.
Menurut dia, ada 70 orang pengungsi yang terdiri dari negara Afganistan, Somalia dan Sudan. Mereka terdiri dari orang dewasa dan anak- anak. "Harapan mereka (pengungsi) rata- rata hanya ingin masuk ke detensi imigrasi ini saja," papar dia.
(jon)
Baca berita selengkapnya
Komentar
Posting Komentar