Kebakaran Lahan Sawit di Agam, Masyarakat Terancam ISPA

Covesia.com - Tim gabungan yang dibentuk pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk memadamkan kebakaran di ladang sawit warga di  jorong Durian Kapeh. nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara mengalami kesulitan, pasalnya lokasi yang yang terbakar itu merupakan lahan gambut yang mengakibatkan api sulit di padamkan.

Kalaksa BPBD Agam, M Luthfie melalui unit Pusdal Ops, Lukman mengatakan, untuk saat ini area yang terbakar semakin meluas dari hari kemarin kemarin, “ tim sudah berupaya memadamkan api namun setelah diyakini padam dan berpindah ke lokasi lain, percikan api kembali muncul di tempat semula,” ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Sabtu, (20/1/2018).

Selain itu cuaca cerah di tambah dengan tiupan angin pesisir pantai  membuat api semakin sulit di kendalikan dan meluas dengan cepat.  Untuk memadamkan sijago merah,Tim gabungan yang terdiri  dari Satgas BPBD, Satpol PP- Damkar, Dinas Sosial, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Dandim 0304 Agam, Polsek Tanjung Mutiara, Satgas PT Mutiara Agam, juga mendapat bantuan tambahan dari Satgas dari daerah tetangga. “Untuk memadamkan api tim kemarin juga mendapat bantuan dari BPBD Pasaman barat, kota pariaman, dan bantuan alat darri provinsi,” lanjutnya.

Hingga saat ini ratusan pohon sawit masyarakat sudah terbilang hangus dan luas perkebunan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 9 hektar yang hari sebelumnya hanya 7 hektar, “ api memang tidak menjalar cepat namun karna kondisi hutan gambut api sulit dipadamkan, ditambah lagi armada damkar tida bisa menjangkau lokasi, membuat proses pemadaman menjadi sulit, “ terang lukman.

Akibat kebaran itu, kecamatan Tanjung Mutiara sekitarnya ditutupi kabut asap dan dapat mengancam kesehatan warga setempat, guna mengantisipasi infeksi saluran pernafasan akut, (ISPA) Pemda Agam sudah menyarankan untuk memakai masker.

Perkebunan masyarakat itu mulai terpercik api semenjak selasa (16/1/2018) lalu, tidak ada yang tau asal api tersebut, hingga saat ini api masih merambat perkebunan dan petugas masih berjuang untuk memadamkan.

(han/adi)



Baca berita selengkapnya

Komentar