Ingin Mandi Bersama Ikan, Objek Wisata Batang Tiku Tempatnya

Covesia.com – Ingin menghabiskan akhir pekan dengan suasana pemandangan alam pinggiran sungai? Ya...objek wisata Ikan Larangan Batang Tiku bisa menjadi pilihan yang tepat, destinasi wisata alam yang terletak di, Jalan Lintas Lubuk Basung – Sungai Limau, Via Batu Basa, nagari III Koto Aua Malintang, kecamatan IV Koto Aua Malintang, kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (sumbar) itu menyajikan pemandangan yang asri dan sungai yang dipenuhi ikan air tawar.

Tidak sulit untuk menuju ke lokasi karna berada di pinggir jalan, jika dari Padang, bisa masuk dari Simpang Sungai Limau, kabupaten Padang Pariaman, namun jika dari Bukittinggi dan Agam bisa juga melalui Simpang Batu Basa, Pasar Usang, kecamatan Lubuk Basung.

Objek wisata pinggiran sungai yang dikelola masyarakat setempat itu memiliki panjang lebih kurang  300 meter, dipenuhi dengan ribuan ikan berjenis Mahseer, atau yang sering di sebut masyarakat sekitar dengan ikan “Gariang” dengan berbagai ukuran, dari sebesar paha orang dewasa maupun yang kecil seukuran jari.

Jika kesana pengunjung tidak akan dipungut biaya masuk dan parkir, namun dituntut untuk menjaga kebersihan dan kesopanan selama di dalam lokasi.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pengelola, Dong (39), mayoritas wisatawan yang datang ke objek wisata ikan larangan batang  tiku adalah pengunjung dari luar daerah.

"Ikan larangan batang tiku ramai dikunjungi akhir pekan atau libur  akhir sekolah dan lebaran, pengunjung mayoritas dari luar daerah atau perantau yang pulang saat lebaran," ujarnya saat menemani Covesia.com menjelajahi lokasi, Minggu, (21/1/2018).

Para pengunjung dipersilahkan berfoto ria mandi dan bermain  bersama ikan-ikan namun dilarang keras untuk mengganggu ikan dengan cara dilempar atau ditangkap  apalagi dibawa pulang, karena mitos yang beredar masyarakat setempat,  ikan itu dipagari oleh paranormal dengan cara “uduah” yaitu siapa yang memakannya akan mengalami susah buang air besar sehingga perut membesar dan meninggal dunia.

“Ikan ini dijaga kekuatan mistis, kepada pengunjung kita selalu mengingatkan untuk tidak mengganggu dan menangkap ikan, jika tidak percaya nanti kita tangkap dan silahkan bawa pulang, ” lanjut  dong.

Meskipun demikian ikan larangan tersebut dibongkar sekali 2 tahun, dan masyarakat di bebaskan untuk menangkapnya sebelum di larangkan lagi. 

“Pada hari tertentu, ikan tersebut akan di bongkar dan masyarakat di persilahkan menangkapnya,” jelas dong.

Puas mandi bersama ikan, wisatawan bisa memesan makanan di warung-warung yang berada di sekitar lokasi, untuk harga pengunjung tidak perlu takut karena makanan di jual dengan harga standar," 

"Kita disini mengutamankan kepuasan pengunjung, jika mereka puas maka akan datang kembali dilain waktu atau memberitahukan ke teman dan saudara bagaimana puasnya mengunjungi objek wisata Ikan Larangan Batang Tiku,” tutupnya.

(han/don)

 

 



Baca berita selengkapnya

Komentar